RMUTT Thailand

Kampus Tercinta, Jalan kita meraih kesuksesan di Masa Depan.

Serdadu RMUTT 2012

Menjalin Silahturahmi dan menjaga kebersamaan ini sampai akhir waktu.

Faculty of International Business Administration

Jika Anda tidak bergerak maju sebagai PELAJAR, berarti Anda bergerak Mundur sebagai seorang Pemimpin (Warren Bennis).

RMUTT Blogger

Bagi Pelajar RMUTT yang berminat sebagai blogger Blog ini send email ke ringga.arie@yahoo.co.id.

Semangat tanpa Padam untuk Serdadu RMUTT

Tak Peduli apapun kondisi kita, batasan terbesar kita bukan apapun di sekitar kita - melainkan semangat dalam diri kita (John Maxwell).

Pages

Senin, 05 Agustus 2013

List makanan Halal di Thailand

 sumber: www.halal.or.th

Berikut ini daftar restaurant yang menyediakan makanan halal di Thailand :







 


Ternyata Banyak Makanan Halal di Bangkok



Nasi Kari ayam + thai ice tea

Menurut saya, gak ada yang susah untuk dilakukan asal ada niat dan kemauan. Begitu juga dengan makan makanan halal selama traveling di luar negeri. Saya pribadi punya pendapat, selama masih di wilayah asia tenggara kita masih bisa menyantap makanan yang benar-benar halal. Kuncinya cuma satu, cuma mengandalkan the power of google, just like wisemen says "Knowledge is power". Jadi ya banyak-banyaklah googling tentang makanan halal di negara yang dituju. Ini merupakan kali kedua saya traveling ke Bangkok, pertama kali kesana saya masih newbie di bidang traveling masih bego-begonya jadi belum punya banyak referensi untuk makanan halal selama disana.
Warga muslim di Bangkok banyak bermukim di area Petchaburi, so the best way to find halal food ya disini. Disini juga terdapat masjid yang lumayan besar yaitu Masjid Darul Aman. Petchaburi soi 7 adalah dimana letak kedai-kedai halal tersebut berada, mulai masakan khas melayu sampai masakan khas thailand bisa ditemukan disini.  Untuk mencapai Petchaburi Soi 7, cukup naik BTS turun di station Ratchatewi dan keluar melalui exit 3 dan jalan lurus sekitar 100 meter sampai lampu merah, setelah menyeberang kemudian belok kiri. Selama 3 hari di Bangkok saya sempat mencoba 2 kedai diantaranya dan beberapa resto halal lainnya yang ada di Bangkok :

  • Cibugatanjong : Petchaburi Soi 7 setelah pukul 9 malam sangat sepi dan gelap. Pertama kali menyusuri jalanan Soi 7 saya sempet jiper juga saking gelapnya dan ragu apa benar masih ada kedai yang buka. Ternyata masih ada yang buka. Pemilik kedai ini adalah sepasang suami istri keturunan melayu, mereka memiliki 2 kedai di Soi 7 ini, yang satunya adalah Makyah restaurant yang letaknya tidak jauh dari situ, beda dari 2 tempat ini adalah Cibugatanjong menyediakan masakan melayu sedangkan Makyah selain masakan melayu juga menyediakan Masakan khas Thailand. Cibugatanjong buka hingga tengah malam, menu yang disajikan antara lain kari daging, kari ayam, dan nasi campur. Malam itu saya memesan seporsi nasi kari ayam dan martabak untuk minumnya tentunya saya memesan thai ice tea. Rasa dari nasi kari ayam yang saya pesan mirip sekali dengan nasi padang, kari ayamnya sendiri sudah terasa pedas tapi terdapat sambal di pinggiran piring yang tidak saya sentuh karena uda gak tahan pedasnya. Untuk makanan yang saya pesan saya membayar THB 150 , harga yang wajar untuk makan malam yang enak dan mengenyangkan.
Name card
Martabak

  • Saman islamic restaurant : Saman letaknya tepat ditengah Chatuchak weekend market tepat disamping Tugu jam besar. Waktu itu saya dan teman saya memesan seporsi tomyam soup dan kwetiauw goreng. Untuk tomyam menurut saya rasanya standar, saya lebih memilih kwetiauw goreng yang menurut saya rasanya lebih maknyuss. Untuk seporsi kwetiauw dan Thai ice tea sy membayar THB 180

Tom yam soup ala Saman Rest.

Fried Kwetiauw
  • Yana restaurant : resto ini letaknya di pusat perbelanjaan MBK lantai 5 dekat dengan foodcourt. Menu yang disajikan kebanyakan khas thailand. Harga makanan di resto ini agak mahal tidak sesuai dengan rasanya. Saya pesan pad thai yang berupa mie goreng khas thailand. Pad thai yang di resto ini tampilannya sedikit berbeda dengan yang sering saya liat di penjual pad thai pinggir jalan yang berwarna coklat menggiurkan seperti mie goreng pada umumnya sedangkan di resto ini warnanya agak gak jelas, seperti kurang bumbu kalo dari segi rasa. Untuk  seporsi pad thai dan spring roll saya membayar THB 209.
Nasi goreng + pad thai ala yana rest.
  • Sultana Thai Muslim : Saya mencoba makan disini ketika trip yang pertama kali ke Bangkok di tahun 2009. Letaknya di dalam foodcourt MBK lantai 5. Menu yang di sajikan tidak banyak, campuran antara masakan arab dan thailand. Harga dan rasa menurut standar tapi masi lebih cocok di lidah saya daripada masakan di Yana restaurant.
  • Makyah restaurant : Diantara semua tempat makan yang menyajikan makanan halal menurut saya ini juaranya, dari rasa, harga, tempat smuanya oke. Terletak di Petchaburi Soi 7, menu yang saya dan kakak sy pesan adalah nasi + tomyam soup dan fish fritter tak lupa untuk minumnya tetep thai ice tea. Rasa tom yam soupnya enak, asem dan pedas, sedangkan fish fritter yang berupa ikan tanpa duri digoreng dengan tepung juga pas. Saya juga sempat mencicipi pad thai, dan kali ini rasanya enak, ada sedikit ada rasa asam dan manis. Gak salah kalau beberapa blog yang saya baca sangat merekomendasikan tempat ini. Total yang saya bayar untuk pesanan saya dan kakak saya adalah THB 352, memang agak mahal tapi percaya deh it's worth it..
Fried rice ala Makyah

Pad thai^^

Super spicy Tomyam soup

Fish Fritter
 Makyah rest

Kalo lagi ga pengen makan berat atau lagi ngirit bisa, ada beberapa merk snack dan mie cup di seven eleven atau family mart yang sudah memiliki label halal.

Snack fried nori (japaneese  seaweed) + mie cup with Halal certified @sevel

Untuk urusan sholat, selain Suvarnabhumi airport dan Masjid Darul Aman di Petchaburi, terdapat mushola (prayer room) di perbelanjaan antara lain di chatuchak market, MBK (dekat tempat parkir lantai 6) dan Siam Paragon.

Asrama RMUTT Pusat (Klong 6) di Thailand







Honai (Sebutan dalam bahasa Thailand), Tempat ini adalah rumah kedua kami. Tempat untuk melepas lelah, berbagi canda, mengerjakan keharusan sebagai pelajar pada umumnya . Akupun sempat melakukan penelitian mengenai kepuasan mahasiswa terhadap dormitory. Sehabis banjir memang banyak hal yang berubah, banyak mahasiswa mengeluhkan Kualitas Wifi yang menurun dibanding sebelum banjir , Tempat ini juga saya rasa kurang strategis karena jauh dari pasar , dimana kami harus memenuhi kebutuhan - kebutuhan. Ditambah ketidak konsistensian pengurus yang mematikan persediaan air dingin dan sistem plumbing yang buruk....sering complain tapi mereka lupa tuk perbaiki pipa wastafel kami yg rusak. Memang kita bersyukur mendapat fasilitas seperti Pay Wash Machine, Mesin penyedia Air hangat, Kantin, Wifi dan Refrigenerator (semua ini untuk umum dan terletak di lantai bawah). Masalah lain adalah kesulitan  untuk membuang sampah, kerena pihak Dorm tidak menyediakan tong sampah di setiap lantainya.Semisal ada satu atau dua recycle bin di sini akan lebih membantu mereka dalam menjaga kebersihan asrama karena pada dasarnya anak Thailand selalu tertib dalam hal apapun termasuk selalu membuang sampah pada tempatnya .

         Asrama ini memiliki 5 gedung, 4 gedung untuk mahasiswi dan gedung ke 5 untuk mahasiswa . Di lantai 5 inilah kami banyak menghabiskan waktu , lantai tertinggi dgn kualitas dan harga termahal pula. Untuk masalah biaya,  kami agak bingung dengan kewajiban membayar per kepala , bukan perkamar. Uang muka selama 10 bulan juga harus di bayarkan , saya harus membayar sebesar 12.000 Bath / orang. Jadi buat kalian yg mau sekolah di RMUTT di wajibkan hemat pada awal masuk sekolah , karena aku yakin uang saku kalian akan tersedot untuk membayar sewa kamar. Oke ini sedikit gambaran mengenai Asrama disini.




 
 Jenuh atau suntuk adalah hal biasa dalam hidup ini. Dan biasanya saya dan my friend, Hendra Wijayanto go to Swimming Pool di dekat dorm untuk merefresh dan meninggalkan sejenak aktivitas berat kami di sana. Tapi perlu di ketahui walaupun free, mahasiswa di wajibkan mengisi form dengan  membawa identitas / kartu mahasiswa dan wajib menggunakan pakaian renang (Kalian bisa beli di Phontisan seharga 300 Bath). Jadi untuk mengatasi kesunyian di Dorm, yang terlalu banyak regulasi itu ....kita harus memutar otak untuk berkomunikasi dengan yang lain, semisal ikut kegiatan Permitha atau Muslim Club .Supaya tidak menghabiskan waktu di Dorm ....yang menjenuhkan karena suasananya yang Sepi banget kayak kuburan...apalagi di saat libur summer...semua mahasiswa thailand pada balik ke rumah masing-masing....... So walau hanya bisa beri sedikit info...semoga ini bermanfaat buat kita semua....bye bye

View Kamar 5410 in a larger map

Our Way

Our Way