Good men go to heaven, Bad men go to Patong
Kalimat ini tertulis di bagian depan kaos souvernir yang dijual di
Phuket, menjelaskan kira-kira seperti apa Phuket yang terkenal dengan
Patong Beach itu, walaupun tidak sepenuhnya tepat.
Menuju Phuket
Dari Jakarta terdapat direct flight ke Phuket menggunakan AirAsia
dengan lama tempuh kurang dari 3 jam, membuat destinasi Phuket semakin
menarik bagi turis Indonesia.
Sedangkan jika dari
Bangkok,
saya sarankan juga menggunakan penerbangan, baik AirAsia, Bangkok
Airways (5x sehari) maupun Thai. Perjalanan darat dengan bus akan
menyita waktu belasan jam.
Phuket Airport terletak di bagian utara pulau, perjalanan dengan
kendaraan adalah sekitar 30 menit untuk ke Patong atau Phuket Town.
Tersedia fasilitas
airport shuttle
dari dan menuju Phuket Town dengan tiket 85 Baht, interval berangkat
setiap 1-1,5 jam sekali, tiket dibeli langsung di dalam bus.
Jika melakukan perjalanan loop, kita bisa mengambil rute Krabi –
Phi Phi Islands
– Phuket menggunakan boat. Ferry dari Phi Phi Don ke Phuket memakan
waktu sekitar 2,5 jam (termasuk loading dan unloading) dan dapat membawa
penumpang hingga 700 orang dalam satu kapal. Tiba di terminal Ferry
Phuket, transportasi untuk menuju hotel atau downtown bisa memakai jasa
taksi. Tarif taksi ke hotel daerah pantai adalah 500-600 Baht (IDR
180,000) yang dapat memuat 3 orang, tentu saya tarif ini bisa ditawar
on the spot.
Phuket
Phuket adalah sebuah pulau bagian tenggara Thailand,
namanya adalah adaptasi dari bahasa Malay ‘bukit’ karena konturnya
sebagian berupa bukit. Sebagai sebuah pulau, ia memiliki beberapa pantai
di sisi barat menghadap Laut Andaman yang indah dengan pantai yang
paling terkenal adalah
Patong Beach, selain ada Kamala Beach, Karon, dan Kata Beach.
Daerah di tengah pulau dinamakan Phuket Town, menjadi tempat tinggal
penduduk lokal, sedangkan turis umumnya memilih tinggal di daerah
sekitar pantai.
Transportasi untuk turis cukup terbatas, namun jika Anda mempunyai
SIM C bisa menyewa motor harian. Sedangkan jika rombongan, tersedia
taksi tuk-tuk dengan tarif 200 Baht untuk satu kali perjalanan
jauh-dekat di area Patong. Kebanyakan kita hanya cukup jalan kaki dari
hotel ke pantai atau untuk mencari makan.
Tempat Wisata di Phuket
Tujuan utama turis ke Phuket adalah wisata bahari, mulai dari sekedar
berjemur, berenang dan main air, hingga olahraga air. Bisa dibilang
panas Phuket yang terik sangat disukai oleh turis dari Eropa yang haus
akan sinar matahari.
Phuket memiliki beberapa pantai dengan karakteristik yang berbeda,
ada yang berombak, ada yang tenang, berpasir putih namun kasar dan ada
yang pasir halus selembut tepung. Jika punya hari yang banyak, luangkan
waktu untuk menjajal setiap pantai yang ada dengan sepeda motor yang
dapat disewa sekitar 100 Baht perhari.
Patong Beach
Sebuah pantai yang landai, dengan ombak yang lumayan, Patong Beach
adalah tempat yang harus dikunjungi jika berada di Phuket. Suasananya
seperti Pantai Kuta di Bali, namun tidak ada pedagang dan tukang pijat
yang berkeliaran, membuat kita bisa tenang dan bebas di sini. Keamanan
juga sepertinya terjamin, saya bisa meletakkan tas di pinggir pantai
tanpa penjagaan sementara saya bebas berenang sendiri.
Puluhan hotel berjejer di sisi pantai dan sekitarnya membuat daerah
ini sangat padat dengan turis dan aktivitas (yang disebut 1 kilometer
square).
Kamala Beach
Jika Anda ingin suasana pantai namun yang lebih sepi, silakan jalan
ke arah utara Patong Beach (mestinya naik tuk-tuk karena lumayan jauh
dari Patong Beach). Kamala Beach belum begitu
developed, tidak banyak hotel yang ada di sisi pantai, dan juga garis pantai ini tidak sepanjang Patong.
Bang La Road
Jalan ini ibaratnya jantung Phuket. Siang hari hanyalah sebuah jalan
biasa namun begitu matahari mulai terbenam, jalan ini ditutup bagi
kendaraan, terbangun dan menjadi pusat kehidupan malam. Jalan sepanjang
500 meter ini menyajikan toko souvernir di kanan kiri, juga pub dan
go-go bar.

Menyusuri sekumpulan bar dengan pool dancers yang berpakaian minim
mungkin cocok untuk para pria. Mengajak seorang teman yang mempunyai
mata super yang mampu membedakan wanita asli dan tiruan, ternyata mereka
semua adalah ladyboy, jadi awas jangan tergoda. Tapi Anda bisa saja
duduk duduk menikmati musik dan bir. Sebotol bir Heineken di bar
harganya 100-150 Baht.
Phuket Island Safari
Island Safari, layaknya Taman Safari di Cisarua Bogor, adalah tempat
menikmati atraksi hewan mulai dari gajah, monyet, sapi, hingga ayam ras
Bangkok. Lokasinya cukup jauh dari Patong, Anda harus menyewa taksi atau
mobil untuk menuju ke sini.
Atraksi utama adalah
elephant ride, dimana
Anda naik di atas punggung gajah dan menikmati perjalanan keliling
sekitar 30 menit. Badan akan tergoncang-goncang karena punggung gajah
yang bergerak tidak serata papan setrikaan

Selain itu kita dapat menyaksikan pertunjukan hiburan satwa gajah,
monyet, atau naik di dalam kereta yang ditarik oleh 2 ekor kerbau. Yah,
memang kalau di Indonesia yang seperti ini cuma atraksi biasa, namun di
Thailand berhasil dikemas dan dijual kepada turis asing yang belum
pernah merasakan suasana kampung.
Simon Cabaret Show
Sebuah pertunjukan yang sangat terkenal berupa cabaret ladyboy
(laki-laki yang sudah dipermak jadi wanita cantik) dengan kostum yang
indah, inilah kira-kira yang dipertunjukkan dalam
Simon Cabaret Show.
Tiket adalah 700-800 Baht. Anda dapat membeli on the spot (namun
kemungkinan besar sudah habis, seperti kejadian dengan saya), atau
dibeli di travel agent atau hotel tempat Anda menginap. Dalam satu hari
cuma ada 2 show, jam 19.30 dan 21.30.
Lokasinya ada di Sirirach Rd, untuk menuju ke sini bisa menyewa
tuk-tuk (200 Baht jauh dekat utk wilayah Patong) atau jalan kaki
(perkiraan saya adalah 20 menit dari Bang La Road).
Di akhir show, kita berkesempatan untuk berfoto bersama ‘tokoh-tokoh’
yang ada dalam Simon Cabaret tersebut, jadi make sure sudah punya
incaran saat nonton shownya hehehe. Tentu foto session ini perlu ngasih
‘tips’ biasa 100 bath untuk tiap ladyboy.
The Big Buddha
Di titik bukit tertinggi di Phuket Island dibangun sebuah area untuk
beribadah bagi umat Buddha, dengan didirikan patung Buddha putih raksasa
dalam posisi duduk. Patung Buddha ini mudah terlihat saat Anda datang
dari ferry pier. Untuk menuju ke sini setidaknya perlu sewa mobil atau
taksi karena perjalanan cukup jauh.
Area ini masih terus dalam tahap konstruksi, namun kita bisa naik
hingga dasar dudukan Buddha. Kita bisa memberikan donasi dalam bentuk
uang, yang nantinya akan berbentuk satu lempeng batu yang akan
ditempelkan ke dalam konstruksi, juga bisa donasi dengan membeli
souvernir.
Wat Chalong
Jika Anda tertarik terhadap arsitektur Thailand atau ingin beribadah
agama Buddha, Wat Chalong bisa menjadi satu perhentian dalam trip wisata
di Phuket.
Phuket Old Town
Jika ada waktu, bisa juga mengunjungi Phuket Old Town. Ibaratnya kota
tua di Jakarta atau Chinatown di Singapore, yang dijual di sini adalah
arsitektur bangunan model tempoe doeloe.
Kalau saya? Saya abadikan dalam membeli snack yang dikemas dalam
kotak-kotak, yang banyak jenisnya, semua dapat membentuk satu blok
Phuket Old Town. Dapat di beli di toko cinderamata dan seafood snack
PornThip.
Setiap bangunan ini adalah makanan kemasan
Phuket FantaSea
Dengan tagline “Ultimate Nighttime Cultural Theme Park”,
Phuket FantaSea hanya buka mulai sore hingga malam (17.30-23.30). Hari Kamis selalu tutup, kecuali hari libur yang jatuh pada hari Kamis.
Main attractionnya adalah
Fantasy of a Kingdom,
pertunjukan yang menggabungkan nyanyian, tarian, dan satwa seperti
gajah dan harimau. Tidak lupa diselipkan pesan sponsor dari Thailand
Tourism melalui atraksi budaya. Show ini cuma ada satu kali pada jam
21.00. Pastikan Anda sudah menikmati atraksi lain sebelum ke sini.

Tiket masuk ke Phuket FantaSea adalah 1500 Baht per adult, dan sudah
bebas mengikuti semua show yang ada. Anda bisa membeli tiket masuk
ditambah paket dinner seharga 1900 Baht/adult, yaitu makan malam
sepuasnya di Golden Kinnaree Buffet, sebuah dining room yang sangat luas
dengan ratusan table dan aneka pilihan makanan dari main course, sushi,
noodle, steak, dll. Buffet ini harganya sebenarnya lumayan mahal, namun
bisa menjadi tempat pelarian di saat bosan dengan makanan Thailand yang
mostly seafood.

Pengaturan guests di sini patut diacungi jempol, misalnya untuk
dinner. Begitu kita masuk theme park sebenarnya kita langsung di-assign
nomor meja makan sehingga tidak ada antrian atau bingung mencari meja
makan. Lalu karena kamera harus dititipkan saat menonton Legend of
Kamala, proses penitipannya berlangsung efisien begitu pula saat
pengambilan kembali. Terlebih transport service, ribuan penumpang dapat
datang dan pergi dengan satu drop point tanpa menimbulkan kemacetan
panjang.

Lokasi FantaSea ini di dekat Kamala Beach. Untuk menuju ke sini, Anda
harus nego dengan travel agent saat membeli tiket. Harga resmi untuk
transport pulang pergi dari hotel menuju FantaSea adalah 300 Baht per
orang.
Hotel di Phuket
Penginapan di Phuket bervariasi dan banyak sekali. Mau yang murah
dari level guest house hingga berbintang tersedia di sini dengan harga
yang bisa dibilang tidak mahal (in my opinion tidak semahal Bali).
Konsentrasi hotel terkumpul di area Patong dalam radius 1 km
persegi. Di daerah ini semua fasilitas tersedia: pantai, thai massage,
Bang La Road, restoran, bar, hingga pool dancer.
Patong Beach Area
- Mercure Patong Phuket
,
hotel 4* ini terbilang cukup hip untuk ukuran Mercure, terdapat
nightclub di dalam hotel. Lokasi cukup jauh dari Bang La Road, namun
masih dekat dengan Patong Beach. (harga di Agoda mulai USD 70)
- Ibis Patong Hotel
,
kualitas 3* Ibis dengan harga kurang dari USD 40 menjadikan hotel ini
pilihan yang aman untuk yang mencari kenyamanan tinggal (Agoda link).
- Best Western Sawaddi Hotel,
3* mulai USD 40. Lokasinya agak jauh dari Patong Beach, namun harga
hotel dengan nama besar Best Western bisa menjadi pilihan untuk
comfortable stay.
- La Flora Hotel,
5* hotel yang terletak di pinggir pantai Patong. Hotel ini tergolong
baru dan lokasinya sangat strategis. Jangan heran harganya cukup mahal,
mulai USD 170.
- Royal Paradise,
4* hotel yang bisa dibilang best-value (mulai USD 40). Ini hotel yang
pernah saya tinggal. Lokasinya memang tidak di pinggir pantai, Anda
perlu jalan kaki sekitar 10 menit, namun akses dan makan tetap mudah.
Pelayanan hotel cukup baik, Anda boleh meminjam towel untuk dibawa ke
pantai. Breakfast standard.
- Millenium Resort, 5* Hotel, berada di samping shopping mall Jungceylon dan tidak jauh dari Bang La Road. Mulai dari USD 120.
- Holiday Inn Resort, 4* mulai dari USD 90. Hotel dengan standard Amerika, nothing surprising.
Sedangkan budget hotel/hostel:
Kata & Karon Beach Area
Jika Anda ingin agak menjauh dari Patong, tinggal di daerah Kata/Karon menawarkan suasana yang lebih tenang.