Pages

Selasa, 17 Juni 2014

Panduan wisata ke Phuket


 


Good men go to heaven, Bad men go to Patong
Kalimat ini tertulis di bagian depan kaos souvernir yang dijual di Phuket, menjelaskan kira-kira seperti apa Phuket yang terkenal dengan Patong Beach itu, walaupun tidak sepenuhnya tepat.

Menuju Phuket

Dari Jakarta terdapat direct flight ke Phuket menggunakan AirAsia dengan lama tempuh kurang dari 3 jam, membuat destinasi Phuket semakin menarik bagi turis Indonesia.
Sedangkan jika dari Bangkok, saya sarankan juga menggunakan penerbangan, baik AirAsia, Bangkok Airways (5x sehari) maupun Thai. Perjalanan darat dengan bus akan menyita waktu belasan jam.
Phuket Airport terletak di bagian utara pulau, perjalanan dengan kendaraan adalah sekitar 30 menit untuk ke Patong atau Phuket Town. Tersedia fasilitas airport shuttle dari dan menuju Phuket Town dengan tiket 85 Baht, interval berangkat setiap 1-1,5 jam sekali, tiket dibeli langsung di dalam bus.
Jika melakukan perjalanan loop, kita bisa mengambil rute Krabi – Phi Phi Islands – Phuket menggunakan boat. Ferry dari Phi Phi Don ke Phuket memakan waktu sekitar 2,5 jam (termasuk loading dan unloading) dan dapat membawa penumpang hingga 700 orang dalam satu kapal. Tiba di terminal Ferry Phuket, transportasi untuk menuju hotel atau downtown bisa memakai jasa taksi. Tarif taksi ke hotel daerah pantai adalah 500-600 Baht (IDR 180,000) yang dapat memuat  3 orang, tentu saya tarif ini bisa ditawar on the spot.

Phuket

Phuket adalah sebuah pulau bagian tenggara Thailand, namanya adalah adaptasi dari bahasa Malay ‘bukit’ karena konturnya sebagian berupa bukit. Sebagai sebuah pulau, ia memiliki beberapa pantai di sisi barat menghadap Laut Andaman yang indah dengan pantai yang paling terkenal adalah Patong Beach, selain ada Kamala Beach, Karon, dan Kata Beach.
Daerah di tengah pulau dinamakan Phuket Town, menjadi tempat tinggal penduduk lokal, sedangkan turis umumnya memilih tinggal di daerah sekitar pantai.
Transportasi untuk turis cukup terbatas, namun jika Anda mempunyai SIM C bisa menyewa motor harian. Sedangkan jika rombongan, tersedia taksi tuk-tuk dengan tarif 200 Baht untuk satu kali perjalanan jauh-dekat di area Patong. Kebanyakan kita hanya cukup jalan kaki dari hotel ke pantai atau untuk mencari makan.

Tempat Wisata di Phuket

Tujuan utama turis ke Phuket adalah wisata bahari, mulai dari sekedar berjemur, berenang dan main air, hingga olahraga air. Bisa dibilang panas Phuket yang terik sangat disukai oleh turis dari Eropa yang haus akan sinar matahari.
Phuket memiliki beberapa pantai dengan karakteristik yang berbeda, ada yang berombak, ada yang tenang, berpasir putih namun kasar dan ada yang pasir halus selembut tepung. Jika punya hari yang banyak, luangkan waktu untuk menjajal setiap pantai yang ada dengan sepeda motor yang dapat disewa sekitar 100 Baht perhari.

Patong Beach

Sebuah pantai yang landai, dengan ombak yang lumayan, Patong Beach adalah tempat yang harus dikunjungi jika berada di Phuket. Suasananya seperti Pantai Kuta di Bali, namun tidak ada pedagang dan tukang pijat yang berkeliaran, membuat kita bisa tenang dan bebas di sini. Keamanan juga sepertinya terjamin, saya bisa meletakkan tas di pinggir pantai tanpa penjagaan sementara saya bebas berenang sendiri.
Puluhan hotel berjejer di sisi pantai dan sekitarnya membuat daerah ini sangat padat dengan turis dan aktivitas (yang disebut 1 kilometer square).

Kamala Beach

Jika Anda ingin suasana pantai namun yang lebih sepi, silakan jalan ke arah utara Patong Beach (mestinya naik tuk-tuk karena lumayan jauh dari Patong Beach). Kamala Beach belum begitu developed, tidak banyak hotel yang ada di sisi pantai, dan juga garis pantai ini tidak sepanjang Patong.

Bang La Road

Jalan ini ibaratnya jantung Phuket. Siang hari hanyalah sebuah jalan biasa namun begitu matahari mulai terbenam, jalan ini ditutup bagi kendaraan, terbangun dan menjadi pusat kehidupan malam. Jalan sepanjang 500 meter ini menyajikan toko souvernir di kanan kiri, juga pub dan go-go bar.

Menyusuri sekumpulan bar dengan pool dancers yang berpakaian minim mungkin cocok untuk para pria. Mengajak seorang teman yang mempunyai mata super yang mampu membedakan wanita asli dan tiruan, ternyata mereka semua adalah ladyboy, jadi awas jangan tergoda. Tapi Anda bisa saja duduk duduk menikmati musik dan bir. Sebotol bir Heineken di bar harganya 100-150 Baht.

Phuket Island Safari

Island Safari, layaknya Taman Safari di Cisarua Bogor, adalah tempat menikmati atraksi hewan mulai dari gajah, monyet, sapi, hingga ayam ras Bangkok. Lokasinya cukup jauh dari Patong, Anda harus menyewa taksi atau mobil untuk menuju ke sini.
Atraksi utama adalah elephant ride, dimana Anda naik di atas punggung gajah dan menikmati perjalanan keliling sekitar 30 menit. Badan akan tergoncang-goncang karena punggung gajah yang bergerak tidak serata papan setrikaan :)

Selain itu kita dapat menyaksikan pertunjukan hiburan satwa gajah, monyet, atau naik di dalam kereta yang ditarik oleh 2 ekor kerbau. Yah, memang kalau di Indonesia yang seperti ini cuma atraksi biasa, namun di Thailand berhasil dikemas dan dijual kepada turis asing yang belum pernah merasakan suasana kampung.

Simon Cabaret Show

Sebuah pertunjukan yang sangat terkenal berupa cabaret ladyboy (laki-laki yang sudah dipermak jadi wanita cantik) dengan kostum yang indah, inilah kira-kira yang dipertunjukkan dalam Simon Cabaret Show. Tiket adalah 700-800 Baht. Anda dapat membeli on the spot (namun kemungkinan besar sudah habis, seperti kejadian dengan saya), atau dibeli di travel agent atau hotel tempat Anda menginap. Dalam satu hari cuma ada 2 show, jam 19.30 dan 21.30.

Lokasinya ada di Sirirach Rd, untuk menuju ke sini bisa menyewa tuk-tuk (200 Baht jauh dekat utk wilayah Patong) atau jalan kaki (perkiraan saya adalah 20 menit dari Bang La Road).
Di akhir show, kita berkesempatan untuk berfoto bersama ‘tokoh-tokoh’ yang ada dalam Simon Cabaret tersebut, jadi make sure sudah punya incaran saat nonton shownya hehehe. Tentu foto session ini perlu ngasih ‘tips’ biasa 100 bath untuk tiap ladyboy.

Photo session after show

The Big Buddha

Di titik bukit tertinggi di Phuket Island dibangun sebuah area untuk beribadah bagi umat Buddha, dengan didirikan patung Buddha putih raksasa dalam posisi duduk. Patung Buddha ini mudah terlihat saat Anda datang dari ferry pier. Untuk menuju ke sini setidaknya perlu sewa mobil atau taksi karena perjalanan cukup jauh.

Area ini masih terus dalam tahap konstruksi, namun kita bisa naik hingga dasar dudukan Buddha. Kita bisa memberikan donasi dalam bentuk uang, yang nantinya akan berbentuk satu lempeng batu yang akan ditempelkan ke dalam konstruksi, juga bisa donasi dengan membeli souvernir.

Wat Chalong

Jika Anda tertarik terhadap arsitektur Thailand atau ingin beribadah agama Buddha, Wat Chalong bisa menjadi satu perhentian dalam trip wisata di Phuket.


Phuket Old Town

Jika ada waktu, bisa juga mengunjungi Phuket Old Town. Ibaratnya kota tua di Jakarta atau Chinatown di Singapore, yang dijual di sini adalah arsitektur bangunan model tempoe doeloe.
Kalau saya? Saya abadikan dalam membeli snack yang dikemas dalam kotak-kotak, yang banyak jenisnya, semua dapat membentuk satu blok Phuket Old Town. Dapat di beli di toko cinderamata dan seafood snack PornThip.

Setiap bangunan ini adalah makanan kemasan

Phuket FantaSea

Dengan tagline “Ultimate Nighttime Cultural Theme Park”, Phuket FantaSea hanya buka mulai sore hingga malam (17.30-23.30). Hari Kamis selalu tutup, kecuali hari libur yang jatuh pada hari Kamis.
Main attractionnya adalah Fantasy of a Kingdom, pertunjukan yang menggabungkan nyanyian, tarian, dan satwa seperti gajah dan harimau. Tidak lupa diselipkan pesan sponsor dari Thailand Tourism melalui atraksi budaya. Show ini cuma ada satu kali pada jam 21.00. Pastikan Anda sudah menikmati atraksi lain sebelum ke sini.

Tiket masuk ke Phuket FantaSea adalah 1500 Baht per adult, dan sudah bebas mengikuti semua show yang ada. Anda bisa membeli tiket masuk ditambah paket dinner seharga 1900 Baht/adult, yaitu makan malam sepuasnya di Golden Kinnaree Buffet, sebuah dining room yang sangat luas dengan ratusan table dan aneka pilihan makanan dari main course, sushi, noodle, steak, dll. Buffet ini harganya sebenarnya lumayan mahal, namun bisa menjadi tempat pelarian di saat bosan dengan makanan Thailand yang mostly seafood.

Pengaturan guests di sini patut diacungi jempol, misalnya untuk dinner. Begitu kita masuk theme park sebenarnya kita langsung di-assign nomor meja makan sehingga tidak ada antrian atau bingung mencari meja makan. Lalu karena kamera harus dititipkan saat menonton Legend of Kamala, proses penitipannya berlangsung efisien begitu pula saat pengambilan kembali. Terlebih transport service, ribuan penumpang dapat datang dan pergi dengan satu drop point tanpa menimbulkan kemacetan panjang.

Lokasi FantaSea ini di dekat Kamala Beach. Untuk menuju ke sini, Anda harus nego dengan travel agent saat membeli tiket. Harga resmi untuk transport pulang pergi dari hotel menuju FantaSea adalah 300 Baht per orang.

Hotel di Phuket

Penginapan di Phuket bervariasi dan banyak sekali. Mau yang murah dari level guest house hingga berbintang tersedia di sini dengan harga yang bisa dibilang tidak mahal (in my opinion tidak semahal Bali).
Konsentrasi hotel terkumpul di area Patong dalam  radius 1 km persegi. Di daerah ini semua fasilitas tersedia: pantai, thai massage, Bang La Road, restoran, bar, hingga pool dancer.
Patong Beach Area
  • Mercure Patong Phuket, hotel 4* ini terbilang cukup hip untuk ukuran Mercure, terdapat nightclub di dalam hotel. Lokasi cukup jauh dari Bang La Road, namun masih dekat dengan Patong Beach. (harga di Agoda mulai USD 70)
  • Ibis Patong Hotel, kualitas 3* Ibis dengan harga kurang dari USD 40 menjadikan hotel ini pilihan yang aman untuk yang mencari kenyamanan tinggal (Agoda link).
  • Best Western Sawaddi Hotel, 3* mulai USD 40. Lokasinya agak jauh dari Patong Beach, namun harga hotel dengan nama besar Best Western bisa menjadi pilihan untuk comfortable stay.
  • La Flora Hotel, 5* hotel yang terletak di pinggir pantai Patong. Hotel ini tergolong baru dan lokasinya sangat strategis. Jangan heran harganya cukup mahal, mulai USD 170.
  • Royal Paradise, 4* hotel yang bisa dibilang best-value (mulai USD 40). Ini hotel yang pernah saya tinggal. Lokasinya memang tidak di pinggir pantai, Anda perlu jalan kaki sekitar 10 menit, namun akses dan makan tetap mudah. Pelayanan hotel cukup baik, Anda boleh meminjam towel untuk dibawa ke pantai. Breakfast standard.
  • Millenium Resort, 5* Hotel, berada di samping shopping mall Jungceylon dan tidak jauh dari Bang La Road. Mulai dari USD 120.
  • Holiday Inn Resort, 4* mulai dari USD 90. Hotel dengan standard Amerika, nothing surprising.
Sedangkan budget hotel/hostel:
Kata & Karon Beach Area
Jika Anda ingin agak menjauh dari Patong, tinggal di daerah Kata/Karon menawarkan suasana yang lebih tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Our Way

Our Way